Selasa, 19 Juli 2011

semangkok bakso

Diposting oleh Sii Alfa di 10.45 0 komentar


Dikisahkan, biasanya di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di dapur memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya. Tepat saat yang ditunggu, betapa kecewa hati si Putri, meja makan kosong, tidak tampak sedikit pun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana. Putri kesal, marah, dan jengkel.
"Huh, ibu sudah tidak sayang lagi padaku. Sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya sendiri, sungguh keterlaluan," gerutunya dalam hati. "Ini semua pasti gara-gara adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan makanan kesukaanku. Dasar anak manja!"
Ditunggu sampai siang, tampaknya orang serumah tidak peduli lagi kepadanya. Tidak ada yang memberi selamat, ciuman, atau mungkin memberi kado untuknya.
Dengan perasaan marah dan sedih, Putri pergi meninggalkan rumah begitu saja. Perut kosong dan pikiran yang dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan sembarangan. Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium aroma nikmat, tiba-tiba Putri sadar, betapa lapar perutnya! Dia menatap nanar kepulan asap di atas semangkuk bakso.
"Mau beli bakso, neng? Duduk saja di dalam," sapa si tukang bakso.
"Mau, bang. Tapi saya tidak punya uang," jawabnya tersipu malu.
"Bagaimana kalau hari ini abang traktir kamu? Duduklah, abang siapin mi bakso yang super enak."
Putri pun segera duduk di dalam.
Tiba-tiba, dia tidak kuasa menahan air matanya, "Lho, kenapa menangis, neng?" tanya si abang.
"Saya jadi ingat ibu saya, nang. Sebenarnya... hari ini ulang tahun saya. Malah abang, yang tidak saya kenal, yang memberi saya makan. Ibuku sendiri tidak ingat hari ulang tahunku apalagi memberi makanan kesukaanku. Saya sedih dan kecewa, bang."
"Neng cantik, abang yang baru sekali aja memberi makanan bisa bikin neng terharu sampai nangis. Lha, padahal ibu dan bapak neng, yang ngasih makan tiap hari, dari neng bayi sampai segede ini, apa neng pernah terharu begini? Jangan ngeremehin orangtua sendiri neng, ntar nyesel lho."
Putri seketika tersadar, "Kenapa aku tidak pernah berpikir seperti itu?"
Setelah menghabiskan makanan dan berucap banyak terima kasih, Putri bergegas pergi. Setiba di rumah, ibunya menyambut dengan pelukan hangat, wajah cemas sekaligus lega,
"Putri, dari mana kamu seharian ini, ibu tidak tahu harus mencari kamu ke mana. Putri, selamat ulang tahun ya. Ibu telah membuat semua makanan kesukaan Putri. Putri pasti lapar kan? Ayo nikmati semua itu."
"Ibu, maafkan Putri, Bu," Putri pun menangis dan menyesal di pelukan ibunya. Dan yang membuat Putri semakin menyesal, ternyata di dalam rumah hadir pula sahabat-sahabat baik dan paman serta bibinya. Ternyata ibu Putri membuatkan pesta kejutan untuk putri kesayangannya.

sekantong bibit kacang

Diposting oleh Sii Alfa di 10.36 0 komentar


Dikisahkan, ada seorang gadis muda yang bertekad membantu desa asalnya yang miskin dan terbelakang. Dia rajin mengusahakan segala daya upaya untuk bisa menghasilkan uang guna membeli buku dan perlengkapan sekolah anak-anak di sana. Tetapi, sehebat apapun usahanya, terasa masih saja serba kekurangan.
Hingga suatu hari, dia mendapatkan janji bertemu dengan seorang kaya di kota, dengan harapan si tuan kaya mau memberi sumbangan uang. Setelah bertemu, si gadis muda menceritakan keadaan desanya dan sarana pendidikan yang jauh dari memadai serta memohonkan bantuan untuk mereka.
Dengan nada bosan dan tidak bersahabat, tuan kaya berkomentar santai, "Gadis muda. Kamu salah alamat. Di sini bukan badan amal yang memberi sumbangan cuma-cuma. Kalau memang anak-anak desamu tidak bisa sekolah, ya itu nasib mereka. Kenapa aku yang harus membantu?"
Tampak dia tidak mempercayai sedikitpun ketulusan gadis muda di hadapannya. Dengan pandangan tidak berdaya dan putus asa, si gadis tahu, usahanya telah gagal.
Tetapi sebelum pergi, dia mencoba berusaha yang terakhir, "Tuan, kalau boleh, apakah saya bisa meminjam sekantong bibit unggul biji kacang yang tuan hasilkan selama ini? Anggaplah hari ini tuan telah membantu kami dan saya berjanji tidak akan mengganggu tuan lagi."
Dengan heran dan karena ingin segera mengusir si gadis, tanpa banyak cakap, segera diberinya sekantong bibit kacang tanah yang diminta. Sepulang dari sana, si gadis memulai gerakan menanam biji kacang tanah di atas tanah penduduk miskin, dengan tekad sebanyak satu kantong biji kacang tanah, akan menghasilkan kacang sebanyak yang bisa tumbuh di sana.
Usahanya berhasil. Dan beberapa saat setelah panen, si gadis kembali mendatangi si hartawan, "Tuan, saya datang kemari dengan tujuan untuk mengembalikan sekantong biji kacang tanah yang saya pinjam waktu itu."
Lalu si gadis menceritakan keberhasilan mereka menanam hingga memanen, dari sekantong biji kacang menjadi sebanyak itu. Si tuan kaya terkesan dengan hasil usaha dan ketulusan si gadis muda dan berkenan datang ke desa meninjau.
Dia sangat terkesan dan kemudian malahan menyumbangkan alat-alat pertanian, mengajarkan cara bertani yang baik, dan membeli semua hasil panen yang dihasilkan desa tersebut. Tiba-tiba kehidupan di desa itu berubah total. Mereka mampu menghasilkan uang, hidup lebih sejahtera, dan mampu membangun sekolah untuk pendidikan anak-anaknya. Sungguh perjuangan seorang gadis muda yang membanggakan dan nyata! Tidak ada usaha yang sia-sia! Seluruh penduduk desa selalu bersyukur dan berterima kasih atas jasa si gadis muda.

nilai kehidupan..

Diposting oleh Sii Alfa di 10.28 0 komentar

Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.

Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.

"Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.

Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini."

Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, "Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya."

Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, "Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini."

Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, "Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain".

Segera timbul kesadaran baru. "Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain".

Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega

Senin, 18 Juli 2011

Bersyukurlah

Diposting oleh Sii Alfa di 19.41 0 komentar

" apa-apaan kamu punya kerjaan?, semuanya ga ada yang beres. pokoknya aku ga mau tau. kamu harus kerjakan semua proposalnya sekarang juga, malam ini"
"ii..i ..iya bu..saya akan kerjakan semua."
"ini ,pokoknya aku ga mau tau, semuanya harus selesai malam ini.ngerti kamu?"
"iya bu.."

direktur dari perusahaan tempat dina kerja marah gara-gara kerjaan dina tidak ada yang beres.
"huuff...y ampuun.. proposal sebanyak ini mau di selesein malam ini?"

"aduh bapak... saya pesannya kopi susu kan? bukan teh.."
"pak..pesanan saya mana sih? kok lama?"
"ehh pak, kan yang duluan pesan saya? mana kopi hangetnya?"
itu semua adalah keluhan-keluhan dari teman kerja dina. ia melihat office boy yang sudah tua dikerumuni oleh teman kerja dina yang tak sabar dengan pesanannya.


tak lama kemudian office boy itu datang membawakan kopi hangat untuk dina.
"ini bu kopinya"
"makasih pak, eh bapak ga pulang?seharusnya kan udah pulang daritadi"
"kan masih ada ibu.nnti kl ibu sudah selesai, bru saya pulang"
"ooh..iya,"
"kalo ada perlu, saya ada di pentri."
"ya pak."

lelah di kursi dengan kerjaan yang menumpuk, terlebih lagi, semua teman kerja dina sudah pulang semua. ia langsung ke pentri dan mendengarkan pembicaraan office boy tadi.
"iya nak..bapak masih kerja. kamu tidur aja dulu ya?. ya udah dulu ya nak..bapak sayang kamu."

"ehh ibu.. mau saya tmbah kopinya?
"ga pak.ga usah. pak..apa pernah bapak mau berhenti dari kerjaan ini?"
"ga bu.."
"bapak ga capek?"
"kalo dibilang capek...semua manusia kalo kerja juga capek bu. tapi saya pikir inilah resiko yang saya harus hadapi. saya hanya bisa bersyukur pada tuhan dengan pekerjaan yang diberikan"
saat itu dina terdiam dan pergi ke tempat kerjanya dan merobek surat pengunduran dirinya. dia sadar dengan nikmat yang diberikan tuhan. dan ia bertanya-tanya apakah hari ini ia sudah bersyukur?

beberapa hari kemudian, semua pekerjaan selesai sesuai rencana. dan direktur dina datang membawa papan nama dengan bertuliskan :

dina larasanti sebagai manajer penjualan.

---jangan tunggu bahagia baru bersyukur, tapi bersyukurlah maka kamu akan bahagia---

The Violin

Diposting oleh Sii Alfa di 17.56 0 komentar

ini kisah seorang pemusik yang mengikuti kompetisi musik .dia menyebet juara 2 tetapi sepertinya dia begitu kurang puas dengan hasil tersebut. dengan langkah yang tak pasti dan tergesa-gesa ia melangkah dan tiba-tiba ia terjatuh sampai di ujung anak tangga itu. sesampainya di rumah sakit ia meringis dan memanggil ibunya.
"bu..ada apa dengan telingaku? aku ga bisa dengar apa-apa.. ibuuu...ada apa dengan telingaku?"
berulang-ulang kali ia mengatakan itu dan ia tetap tidak mendengarkan apa-apa.

hari itupun telah berlalu... dengan keadaan tuli seperti itu, ia berusaha memainkan biolanya walau ia tak bisa lagi mendengarkan apa-apa. dengan kesal ia melempar biola tersebut dan jatuh di depan seorang lelaki. si lelaki itu pun mengambil dan memberikannya kembali kepada di perempuan itu.
"aku ga mau biola itu lagi.."
tapi si lelaki itu tetap memberikannya kembali.
"kamu ga denger? aku ga mau biola itu lagi....."
dengan wajah yang pasrah, si lelaki itu terdiam .
"aku tuli..dengar ga kamu? aku tuli...."
si perempuan itu berteriak dengan mulut yang jelas untuk menjelaskan apa yang ia katakan.
si lelaki itupun mengerti dan mengambil note kecil dan menuliskan,
"aku juga tuli"
"tapi aku pemusik...tauk ga? aku pemusik.. kamu bukan pemusik.telinga ini adalah bagian dari nyawa aku.." sambil menangis si perempuan itu berkata dengan nada yang keras.
"jangan menyerah"si lelaki kembali menuliskan kata tersebut.
tetapi si perempuan langsung menyuruhnya pergi lagi-lagi dengan suara yang keras.

suatu hari si perempuan mendapatkan paket dari si lelaki tersebut. dan paket tersebut berisi sebuah biola dan secarik kertas dengan kalimat singkat.
"tau ga kalau beethoven dulu mengalami tuli, tetapi dia ga pernah berhenti menuliskan lagu yang luar biasa."
bukannya termotivasi malah si perempuan pemusik itu marah dan mengatakan akan memberinya pelajaran pada si lelaki itu.

ia lalu mendatangi tempat si lelaki itu dan begitu tercegangnya ketika ia melihat bahwa ternyata si lelaki itu juga adalah seorang pemusik, sama seperti dia. seorang pemain biola.
si lelaki langsung mengajaknya memainkan biola tanpa mendengarkan lantunan musik yang merdu dari biola. dan membiarkan orang-orang yang mendengarkan dan menyaksikan suara merdu biola tersebut.

Sabtu, 09 Juli 2011

subhanallah../ujianmu

Diposting oleh Sii Alfa di 16.11 0 komentar


Aku mencoba menghadapi ujian didunia ini.
Begitu banyak kesulitan.
Masalah dan cobaan yang datang.
Hampir membuatku jatuh.
Tapi aku lalu bangkit kembali menghadapinya.
Lelah, letih dan kecemasan..
Membuatku sekali lagi jatuh bangun.
Aku tak tahu harus bagaimana lagi.
Menyerah adalah musuh terbesar.
Aku akan tetap bangun dan kembali.
Menghadapi ujian apapun itu.
dan sesulit apapun itu, akan aku hadapi, dengan keridhaan allah..


love with the pleasure

Diposting oleh Sii Alfa di 15.54 0 komentar


Let my love is always in yours.
Always deeply in my heart.
Shine in the night.
Always I look at the stars which is twinkle in the sky.
Let my heart in yours.
Never find that I hope you.
I have many wishing.
And I will try to catch it.
God
Don’t let my love is lose.
I hope always that.
My love will true.
Don’t let my love to you will lose.
Don’t let my love to you is dead.
I want to this love will rise.
Like sun in the evening day.
My love is just you.
There is nobody can change it.
Kota daeng, 4.4.2009
 

Kita2Sahabat Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei